Bersama orang muda mewujudkan Indonesia yang inklusif. Daftarkan segera di Indonesian Youth Summit

Harapan Fian: Benih Harapan Bagi Komunitas Jalanan

Bagi sebagian orang, merawat dan mendampingi anak-anak situasi jalanan bukan urusan atau tugas mereka, toh pasti anak-anak tersebut juga memiliki orang tua yang nantinya akan merawat dan mendidik mereka. Belum lagi stigma dan persepsi negatif yang kerap melekat di kalangan anak-anak situasi jalanan, sehingga seringkali keberadaannya diabaikan dan dianggap kurang penting untuk hidup di tengah-tengah masyarakat modern. Tapi, pandangan tersebut seakan bukan penghalang bagi organisasi Harapan Fian, yang melihat potensi dan memberi kesempatan bagi anak-anak jalanan untuk kemudian dapat memiliki hidup yang layak.

Benih Harapan Bagi Komunitas Anak Jalanan

Harapan Fian merupakan organisasi yang berasal dari Yogyakarta dengan berbasis kerelawanan untuk mendukung dan memberi bantuan terhadap anak-anak di situasi jalanan jalanan. Harapan Fian percaya bahwa setiap anak jalanan juga memiliki hak untuk hidup layak melalui pemenuhan kebutuhan dasar mereka. Berbekal semangat dan niat baik tersebut, Harapan Fian dengan giat terus memberikan dedikasi dan advokasi terkait pendidikan, kesehatan, serta advokasi sosial terhadap anak-anak jalanan di Yogyakarta.

Berdirinya Harapan Fian sendiri diawali oleh keinginan beberapa anak muda yang awalnya tergabung di sebuah komunitas anak jalanan yang berfokus di bidang pendidikan. Kala itu, Firtya Maha Putri – yang merupakan relawan dari Harapan Fian hingga kini – bersama teman-temannya yang merupakan anggota awal dari Harapan Fian ini memiliki tujuan untuk dapat menghadirkan organisasi yang tidak hanya berfokus pada pemberdayaan pendidikan namun juga dari aspek kesejahteraan dan kesehatan. 

‘’Kami melihat bahwa permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak di situasi jalanan itu tidak hanya soal pendidikan, namun hal seperti pemenuhan untuk memiliki kartu identitas dan kesehatan reproduksi seksual. Oleh karena itu, Harapan Fian berharap dapat menjadi wadah untuk melakukan pendampingan di aspek tersebut, ‘’ jelas Firtya. 

Saat awal berdiri, Firtya dan relawan Harapan Fian menemukan fakta bahwa kesadaran akan kesehatan reproduksi seksual pada anak-anak situasi jalanan masih terhitung rendah, ditunjukkan dengan fakta bahwa adanya kehamilan tidak direncanakan (KTD) di kalangan remaja masih cukup tinggi. Fakta memprihatinkan tersebutlah yang lantas mendorong Harapan Fian untuk memperjuangkan masa depan dan kesejahteraan komunitas anak jalanan yang lebih baik.

Pemberdayaan Komunitas Anak Jalanan 

Untuk mencapai tujuan tersebut, maka Harapan Fian menjalankan beberapa program kerja. Program kerja yang dihadirkan sendiri cukup beragam, mulai dari advokasi identitas, advokasi mengenai kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual, kegiatan belajar mengajar yang dilakukan melalui program kejar paket, dan ekonomi alternatif.

“Melalui program ekonomi alternatif ini Harapan Fian memberikan kelas menjahit secara gratis bagi anak-anak jalanan yang tertarik untuk belajar menjahit. Hasil jahitannya nanti akan dijual sebagai tambahan pendapatan yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan mereka,’’ jelas Firtya. 

Hasil jahitan tersebut dijual oleh Harapan Fian secara online melalui Fian’s Market. Dari segi advokasi kesehatan, Harapan Fian juga memiliki program kerja Posyandu Jalanan yang secara progresif membantu memberikan akses kesehatan yang memadai bagi anak-anak situasi jalanan, terutama mereka yang tengah hamil atau memiliki anak di usia muda. Program Posyandu Jalanan dari Harapan Fian dilakukan dengan melakukan kerja sama dengan tenaga medis dan dokter dalam melakukan pemantauan status kesehatan untuk bayi, anak, dan ibu hamil, serta menyediakan sistem rujukan agar anak-anak di situasi jalanan dapat mendapatkan pelayanan di fasilitas kesehatan.

Program dan aktivitas yang dilakukan Harapan Fian dilakukan secara rutin dan progresif untuk dapat memberikan hak dan akses yang layak bagi anak-anak di situasi jalanan. Namun, di kondisi pandemi seperti sekarang menjadi salah satu tantangan yang dihadapi karena situasi yang semakin menyulitkan dan aktivitas yang semakin terbatas.

Pandemi Bukan Halangan untuk Menebar Benih Harapan

Firtya mengungkapkan pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang signifikan terhadap pola berorganisasi serta rangkaian program kerja Harapan Fian. Semenjak awal pandemi berlangsung di tahun 2020, Harapan Fian melihat masih minimnya pengetahuan dan penyuluhan terkait virus Covid-19 di lingkungan komunitas anak jalanan di Yogyakarta. Apalagi, anak-anak jalanan tersebut masih tetap bekerja meski di tengah sistem lockdown. Sehingga, Harapan Fian terus berusaha memberikan advokasi terhadap anak-anak di situasi jalanan untuk senantiasa menjaga kesehatan di kondisi yang rentan ini. 

‘’Selain itu, program kerja lain yang terdampak seperti Posyandu Jalanan juga tidak lagi bisa berkumpul dalam satu tempat seperti dulu, kini kami menjalankan programnya dengan melakukan kunjungan posyandu secara door to door ke rumah-rumah anak-anak di situasi jalanan tersebut,’’ lanjutnya.

Meski terhambat oleh pandemi dan situasi yang semakin sulit, Harapan Fian tidak menyerah dan terus berupaya untuk tetap memberikan yang terbaik bagi anak-anak di situasi jalanan. Semangat ini tentunya menjadi harapan bagi Firtya agar Harapan Fian bisa terus konsisten dalam memberikan advokasi dan membantu komunitas jalanan secara berkelanjutan dan dalam jangka panjang.

Melisa Nirmala Dewi – 19 Juli 2021 , 16.00 WIB

***

About the Author

Leave a Reply

Related Posts

%d bloggers like this: